Al-urf
He is something human beings and they outlined make it a habit, the form of words and deeds.
Al-urf to convey the same adat (custom), unless the language customs have more common sense than the 'urf. Because the use of indigenous individuals and communities involves the habit, while 'urf is devoted to a community group.
There are two kinds:
1. 'Urf Sahih: He is' urf is no quarrel with the texts, not escape from it
benefit the mutabar (perceived) or does not bring damage rajih.
2. 'Urf الفاسد: He is at odds with the passage urf, or loss of beneficiaries who mutabar or bring rajih damage.
'Urf is something that mutabar (considered) in Personality, but that alone is not proof of the arguments of fiqh. It's just that he is the subject of subjects إستنباط returning to the arguments that mutabar Shari'ah.
If the Personality 'have set up a law and associate with the law something, (and) not written the limitations Personality' nor accent so he returned to the customs regulations.
The laws are built on top of 'urf and custom are mutable, so that if the custom is changing with changing times. This is an expression meaning to some scholars: "A law can be subject to change with changing times and places".
آل العرف
انه شيء بني الإنسان ، وأنها المذكورة تجعل من هذه العادة، وشكل من الأقوال والأفعال.
آل العرف أن أنقل نفس العادات (مخصصة) ، إلا إذا كان لها معنى اللغة الجمارك أكثر شيوعا من العرف. لأن استخدام الأفراد والمجتمعات الأصلية وينطوي على العادة ، في حين أن 'تكرس العرف إلى مجموعة المجتمع.
هناك نوعان :
1 العرف صحيح : إنه '. العرف ليس على خلاف مع النصوص، وليس الهروب منه
تعود بالنفع على معتبر (المتصورة) أو لا تجلب الضرر راجح.
2 العرف الفاسد : وهو على خلاف مع مرور العرف، أو فقدان للمستفيدين الذين معتبر أو جلب الضرر راجح.
العرف هو شيء معتبر (نظرت) في الشخصية ، لكن ذلك وحده ليس دليلا على حجج الفقه. انها مجرد انه هو موضوع من الموضوعات إستنباط العودة إلى الحجج التي معتبر الشريعة.
إذا كانت شخصية "أقاموا القانون واقترانه شيء القانون، (و) لم يكتب شخصية قيود" ولا لهجة حتى عاد إلى الأنظمة الجمركية.
تبنى القوانين على رأس "العرف والعادة هي قابلة للتغيير ، بحيث إذا كان العرف يتغير مع تغير الأزمنة. هذا هو تعبير عن معنى لبعض العلماء : "هناك قانون يمكن أن تكون عرضة للتغيير مع تغير الأزمنة والأمكنة".
Al-Urf
Ia adalah sesuatu yang digariskan manusia dan mereka menjadikannya suatu kebiasaan, berupa perkataan dan perbuatan.
Al-urf semakna dengan adat (kebiasaan), kecuali secara bahasa adat memiliki makna lebih umum daripada ‘urf. Karena penggunaan adat meliputi kebiasaan perorangan dan masyarakat, adapun ‘urf dikhususkan untuk suatu kelompok masyarakat.
ada dua macam :
1.‘Urf Sahih : Ia adalah ‘urf yang tidak berselisih dengan nash, tidak luput darinya
kemaslahatan yang mutabar (dianggap) atau tidak mendatangkan kerusakan yang rajih.
2.‘Urf الفاسد : Ia adalah urf yang berselisih dengan nas, atau hilangnya maslahat yang mutabar atau mendatangkan kerusakan yang rajih.
‘Urf merupakan sesuatu yang mutabar (dianggap) di dalam syara, akan tetapi bukanlah dalil yang menyendiri dari dalil-dalil fiqih. Hanya saja ia merupakan pokok dari pokok-pokok إستنباط yang kembali kepada dalil-dalil syari’ah yang mutabar.
Jika syara’ telah menetapkan suatu hukum dan mengaitkan dengan hukum tersebut sesuatu, (dan) tidak tertulis adanya batasan syara’ dan tidak pula logat maka ia dikembalikan kepada kebiasaan yang berlaku.
Hukum-hukum yang dibangun di atas ‘urf dan adat adalah bisa berubah, demikian itu jika adat tersebut berubah dengan berubahnya waktu. Ini merupakan makna ungkapan sebagian ulama : “Suatu hukum bisa berubah-rubah dengan berubahnya waktu dan tempat”.




0 comments:
Post a Comment